Sastra Lisan

Spread the love

Tradisi lisan memiliki makna yang mendalam dalam konteks kebudayaan, dan menurut Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Indonesia, istilah ini merujuk pada segala bentuk wacana yang diucapkan. Definisi ini mencakup baik ungkapan yang berbentuk lisan maupun yang diunggah melalui aksara. Dengan demikian, tradisi lisan tidak hanya terbatas pada bentuk verbal, tetapi juga meliputi elemen tulisan yang memainkan peranan penting dalam transmisi nilai-nilai budaya.

Tradisi lisan adalah payung  yang mencakup semua pengetahuan dan kebiasaan yang diwariskan dari generasi ke generasi melalui tutur verbal dan non-verbal. Sastra lisan adalah bagian spesifik dari tradisi lisan yang berfokus pada ekspresi kreatif dan artistik yang disampaikan secara lisan, seperti cerita, puisi, dan nyanyian. 

Pemerintah Provinsi Kepuluan Bangka Belitung melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah melakukan kajian tahun 2015 yang  hasilnya ditemukan lebih kurang 59 jenis sastra lisan yang tersebar di berbagai daerah.  Hasil tersebut  berdasarkan pada batasan pengertian sastra lisan sebagaimana dirumuskan yakni “kebiasaan yang dituturkan secara lisan dari mulut ke telinga, mengandung nilai dan fungsi, bersifat anonim dan lintas generasi, dan menggambarkan corak kehidupan sebuah masyarakat pada masanya”.

Tradisi lisan Kepulauan Bangka Belitug terdiri dari 13 kelompok sastra Lisan dan 59 jenis sastra lisan dengan susunan sebagai berikut :

 

No.Kelompok Sastra LisanJenis Sastra LisanCiri Umum
1
Puisi LamaPantuna.Karya sastra lama yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait.
Karminab.Bahasa yg bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus.
Talibun
Seloka
Betiong
Gambus Inang-Inang
Dambus
2
Cerita RakyatDongenga.Cerita kepercayaan masyarakat yang hidup dan berkembang secara turun temurun dari satu generasi ke genarasi
Mitos/Miteb.Cerita berbentuk
Legenda
Sage
Fabel
Parabel
Toponimi
Hikayat
Andei-Andei
3
MantraKemata.Doa-doa dengan menggunakan kata-kata pilihan tertentu yang seringkali bernuansa magis atau gaib
Jampi
Cucah
Pelangken
Saret/Sarat
Mempunang/Rempunan
4
Bedaek dan BedalongBedalonga.Nyanyian berupa pantun yang dipadukan dengan gendang
Bedaek
5
Ungkapan TradisionalPeribahasaa.Kata atau kalimat lama yang dianggap makna dan nilai dengan penuh kebijaksanaan
Kata-Kata Arif
Kata-Kata Tua
Perumpamaan
Petatah-Petitih
Semeu
Sepatah
Selapah
Bepatah Orang Bari
Pertanyaan Tradisional/Teka-Teki
Pantangan
Sumpah Serapah
Ngitung Palak
6
GurindamGurindama.Puisi lama yang berdirikan tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat
7
BegalorBegalora.Tradisi bercerita masyarakat Bangka Belitung yang berisikan nasihat
Petuen
Besusui
8
NeratepNeratepa.Cerita yang mengandung kesedihan
9
SyairSyaira.Puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau cerita, dan biasanya dilantunkan dengan nada-nada tertentu atau dilagukan.
Syair Permainan
10Dul MulukDul Muluka.Pementasan teater tradisional yang berisi jalannya sebuah cerita
Tonil
11
Tradisi KeagamaanBarzanjia.Puji-pujian kepada Sang Pencipta dan Nabi yang dinyanyikan atau dilagukan
Marhaban
Ratib Zaman
Zikir Semahrang
12BebulakBebulak Bukana.Cerita yang dianggap tidak mengandung kebenaran
Ngelasak
Mabulai
Celuteh
Ngerupui
Cakap Mantak
13NyanyianNyanyian Rakyata.Lagu-lagu tradisional dengan kata-kata yang cenderung merupakan kalimat lama.
Nyanyian di Ume
Nyanyian Permainan Tradisional